Rabu, 24 Februari 2010

10 Keunggulan SMP Muslimin



  • Penanaman ajaran agama Islam yang komprehensif (menyeluruh) meliputi proses pengenalan, pemahaman, penerapan, dan pendalaman sehingga mendidik peserta didik menjadi generasi muslim yang berakhlakul karimah.


  • Penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler islami meliputi FIKRI (Forum Ikatan Remaja Islam); kajian dan telaah Al-Qur'anul Karim; bedah Hadits; seni membaca Al-Qur'an Qiro'ah Sab'ah; nasyid; muhadhoroh; dan bimbingan shalat berjama'ah.

  • Penerapan teknologi informatika (IT) dalam proses pendidikan melalui penyelenggaraan pembelajaran terpadu dengan sistem komputer untuk seluruh mata pelajaran; pendalaman ilmu komputer dan informatika dalam bentuk ekstrakurikuler IT; penggunaan sumber belajar berbasis teknologi dalam bentuk akses BSE (Buku Sekolah Elektronik); serta penggunaan internet dalam proses pembelajaran.



  • Pendidikan berbasis minat dan bakat peserta didik melalui penyelenggaraan kelas-kelas khusus (religion class, technology class, science class, mathematics class, bussines class, language class, sport class) untuk penyaluran minat dan bakat peserta didik di luar sistem pembelajaran reguler.
     

  • Pendalaman kecakapan hidup (life skill) dalam program life skill education melalui kegiatan ekstrakurikuler
    agronomi (pertanian, peternakan, agrobisnis, dan home industri berbasis agroculture).


  • Penyelenggaraan pendidikan didasarkan pada rasio perbandingan bimbingan di mana jumlah peserta didik setiap rombongan belajar (rombel) dibatasi pada rasio 1:20 (satu rombel berjumlah 20 peserta didik) untuk mencapai efektivitas belajar.


  • Pengelolaan lembaga pendidikan secara profesional dengan mengedepankan kepentingan peserta didik.


  • Pendidik dan tenaga kependidikan merupakan kader-kader terlatih dengan rata-rata tingkat pendidikan sarjana (strata 1) dan memiliki komitmen untuk mengantar peserta didik menuju potensi terbaik yang dimilikinya dengan pelayanan prima.


  • Pendidikan Gratis dengan layanan pendidikan maksimal meski sarana dan prasarana yang dimiliki saat ini terbatas namun pola pengembangannya berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik.
Memiliki hubungan yang baik dengan stakeholder pengguna output pendidikan (dunia usaha) sehingga apabila peserta didik tidak berkesempatan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi akan disalurkan untuk terjun di dunia usaha dengan bimbingan pihak sekolah atau dengan kata lain alumnus terus dibimbing oleh pihak sekolah untuk memulai usahanya sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar